Orang yang Diwawancarai Disebut Apa Dalam Dunia Kerja?

 Saat melakukan wawancara kerja di sebuah perusahaan, pastinya akan ada pihak yang bertugas sebagai pewawancara dan pihak yang diwawancara. Keduanya saling terikat dan tidak bisa bekerja sendiri. Lalu Orang yang diwawancarai disebut apa dalam dunia kerja?

Orang yang diwawancarai disebut

Wawancara sendiri merupakan proses pertukaran informasi atau pengalaman dari satu pihak ke pihak lain. Nah sebelum berangkat melangsungkan interview kerja, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan seperti yang akan dikupas habis di bawah ini. 

 Orang yang Diwawancarai Disebut Apa?

Jika membahas tentang wawancara kerja, banyak yang masih bingung terkait orang yang diwawancarai disebut apa. Pasalnya orang-orang lebih cenderung memperhatikan siapa penguji atau pewawancara. 

Nah jadi orang yang diwawancarai oleh HRD sebuah perusahaan disebut narasumber atau responden. Hal ini dilansir dari Ensiklopedia yang menyebutkan bahwa pihak yang memberikan informasi disebut narasumber. 

Namun karena konteksnya disini adalah pada dunia kerja, sehingga pihak yang diwawancarai bisa disebut juga sebagai pelamar atau jobseeker. 

Setelah mengetahui orang yang diwawancarai disebut apa, jangan lupa juga untuk mempersiapkan diri saat hendak lakukan interview agar sukses menjadi karyawan di suatu perusahaan yang diinginkan. 

Adapun berikut ini merupakan sejumlah tips agar lulus wawancara kerja anti gugup yang bisa diperhatikan sebelum melakukan interview. 

7 Tips Sukses Wawancara Kerja Agar Tidak Gugup

Proses rekrutmen karyawan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan pastinya tidak mudah. Calon pegawai harus melalui beberapa tahap sulit, salah satunya adalah wawancara kerja.  Tahapan ini dinilai penting karena dapat menunjukan citra dan karakter jobseeker untuk mendapatkan posisi tertentu.

Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan agar bisa sukses menjawab pertanyaan wawancara, diantaranya adalah :

1. Pahami Profil Perusahaan

Tips wawancara kerja yang pertama adalah memahami profil perusahaan. Tidak hanya menjelaskan tentang pengetahuan dan pengalaman saja, tetapi kandidat juga akan ditanya terkait pemahamannya tentang perusahaan yang dilamar.

Beberapa informasi yang wajib diketahui mulai dari latar belakang, misi perusahaan, sampai jasa atau produk yang dikembangkan. 

Agar proses wawancara lebih efektif, kandidat harus bersikap proaktif dengan bertanya tentang hal-hal yang terkait informasi perusahaan. 

2. Pelajari Deskripsi Pekerjaan 

Selain memahami profil perusahaan, deskripsi pekerjaan dari posisi yang diincar pun harus dipelajari dengan baik. Job desc untuk setiap setiap divisi pastinya berbeda, sehingga semakin luas pemahaman tentang posisi tersebut akan semakin meyakinkan HRD.

Informasi masing-masing job desc divisi biasanya dapat diketahui dari website resmi perusahaan atau bisa juga mencarinya di internet secara umum.

3. Membuat Catatan Singkat

Catatan ini berupa informasi singkat tentang pengalaman dan latar belakang atau bisa juga informasi penting yang harus diingat. Dengan adanya catatan singkat tersebut dapat membuat persiapan wawancara semakin matang.

Jangan lupa juga untuk mencari tahu kata kunci pertanyaan yang sering dilontarkan, dan tuliskan pengalaman yang diikuti baik itu pengalaman magang, organisasi, atau pendidikan formal lainnya.

Membuat catatan singkat merupakan tips wawancara CPNS yang harus dilakukan agar bisa mempelajari apa saja yang ingin diceritakan dengan lancar tanpa grogi saat diwawancarai. 

4. Persiapkan Dokumen

Datang ke tempat wawancara pastinya tidak boleh dengan tangan kosong. Akan ada sejumlah dokumen yang harus dipersiapkan dan tidak boleh tertinggal. 

Dokumen yang wajib dibawa oleh pelamar kerja adalah CV, transkrip nilai, fotokopi ijazah, portofolio foto, dan berkas pendukung lainnya yang diberikan oleh pihak perusahaan dalam undangan wawancara.

Siapkan juga alat tulis ke dalam tas seperti pulpen dan note catatan karena biasanya sebelum interview dimulai akan ada beberapa data yang diminta dalam formulir ataupun dokumen lainnya.

5. Miliki Media Sosial yang Positif

Tidak seperti proses wawancara di tahun-tahun sebelumnya, interview kerja sekarang  berbeda karena akan mengandalkan media sosial untuk melihat kinerja dan sikap kandidat pelamar. Recruiter tidak akan segan untuk mencari tahu tentang bagaimana keaktifan pelamar di media sosial

Hal inilah yang membuat semua jobseeker harus meluangkan waktu mengecek kembali konten yang sering diunggah di media sosial. Hapuslah unggahan-unggahan negatif karena dapat berpotensi merusak citra.

Jika perusahaan sudah tahu tentang media sosial pelamar, biasanya mereka akan mempertimbangkan ulang terkait pemilihan kandidat. Pasalnya jika perusahaan merekrut karyawan dengan citra buruk di media sosial maka dapat mempengaruhi citra perusahaan juga.

6. Gunakan Pakaian yang Sesuai

Melakukan wawancara kerja tidak boleh menggunakan pakaian yang asal-asalan. Jika bisa siapkanlah pakaian yang formal dengan warna netral agar terlihat profesional.

Hindari menggunakan baju santai dan penggunaan aksesoris yang berlebihan karena dapat menurunkan kepercayaan recruiter.

7. Latihan Wawancara

Untuk membiasakan diri melakukan wawancara kerja, maka harus dimulai dengan sering latihan interview sebelum hari H. 

Caranya bisa menggunakan cermin atau kamera dan bersikaplah seolah-olah sedang melakukan wawancara. Cara ini sangat efektif untuk menghindari rasa gugup saat interview. 

Selain mengetahui orang yang diwawancarai disebut apa dan bagaimana tips melakukan wawancara, para pelamar juga harus mempersiapkan diri, tekad, semangat, dan jangan lupa berdoa agar interview dapat berjalan lancar.

Baca Juga :

Postingan populer dari blog ini

Orang yang Mengarang Puisi Disebut Apa dan Bagaimana Tipsnya?

Orang yang Membuat Benda-Benda Kerajinan Disebut?

Resep dan Cara Buat Roti Pisang, Mudah dan Lezat!

Resep Nasi Goreng Rumahan 1 Porsi